Tampilkan postingan dengan label bioflavonoid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bioflavonoid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Diabetes Bisa Diatasi Dengan Propolis

Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Propolis sudah dikenal sejak jaman dahulu untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik yang infeksi maupun non-infeksi.

Bagi penderita diabetes, propolis bisa membantu menormalkan kadar gula darah. Kandungan Bioflavonoids  yang tinggi dalam propolis juga berfungsi memperbaiki dan memulihkan sistem kapilari, kebocoran, dan elastisitas pembuluh darah. Sehingga propolis mampu mencegah terjadinya komplikasi penyakit seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung, gangguan ginjal dll, yang biasa di alami oleh penderita diabetes.

Penggunaan propolis juga untuk mengobati luka-luka yang sulit sembuh yang biasanya di alami oleh penderita diabetes, sehingga proses pengobatan bisa lebih baik.

Propolis merupakan antibiotika alami dan benteng pertahanan kesehatan tubuh.

Sumber: obatpropolis.com

Baca juga artikel berikut:

Pengaruh Pemberian Propolis Lebah Terhadap Kadar Glukosa Darah

Abstraksi
Faktor intake makanan dengan tanpa disadari ikut menyertakan radikal bebas masuk ke dalam tubuh. Jumlah radikal bebas yang turut masuk ke dalam tubuh lambat laun terakumulasi dan dapat merusak sel-sel, khususnya sel beta pankreas. Kerusakan sel-sel beta pankreas selanjutnya akan mengakibatkan penurunan hormon insulin sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat karena seluruh glukosa yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna (Ganong, 1995). Menurut Tzanakakis, penggunaan propolis lebah dengan kandungan zat alami bioflavonoid yang memiliki efek antioksidan yang diduga bertindak sebagai penangkap radikal bebas sehingga dapat mencegah aksi diabetogenik untuk merusak sel beta pankreas.

Subyek penelitian yang digunakan yaitu tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi alloxan sehingga kadar glukosa darah tikus meningkat menyerupai keadaan pada Non-Insulin Dependent Diabetes Melitus atau Diabetes Melitus tipe 2. Sampel terdiri dari 9 ekor tikus yang diberi 3 perlakuan yang berbeda secara berurutan yaitu perlakuan pertama berupa pemberian pakan standar, perlakuan kedua berupa pemberian alloxan, dan perlakuan ketiga berupa pemberian propolis lebah sebagai perlakuan penelitian.

Data penelitian berupa kadar glukosa darah puasa subyek penelitian yang diambil mulai dari sebelum tikus diinduksi alloxan, setelah diinduksi alloxan, dan setelah pemberian propolis lebah. Data kadar glukosa darah puasa perlakuan pertama, kedua, dan ketiga diuji homogenitas dan normalitasnya dengan Saphiro-Wilk. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way-Anova guna mengetahui apakah ada perbedaan bermakna pada setiap perlakuan. Uji Anova tersebut kemudian diikuti dengan Tes Post Hoc.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah perlakuan propolis, terjadi perubahan rerata kadar glukosa darah puasa yaitu masing-masing 99,8 ±  8,8 (Standar Deviasi) (p=0,410) pada pemberian pakan standar, 113,8 ±  11,03 (SD) (p=0,625)  pada injeksi alloxan, 94,6 ± 12,24 (Standar Deviasi) (p=0,774) pada pemberian propolis lebah.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah propolis lebah dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi alloxan secara bermakna dengan nilai p=0,04 yang diperoleh dari uji statistik One-Way Anova.

Sumber: Obatpropolis.com dari sumber Digital Library-Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Baca juga artikel berikut:

Propolis Sejuta Manfaat

Propolis merupakan zat yang dihasilkan lebah yang fungsinya di alam sebagai pelindung sarang lebah dari serangan bakteri. Namun, tidak hanya bermanfaat bagi lebah, propolis ternyata juga mambawa banyak manfaat bagi manusia.

I Made Artika, dosen jurusan Biokimia FMIPA, IPB, menjelaskan propolis merupakan senyawa kimia alami berupa resin yang dihasilkan lebah. Secara alami, propolis digunakan untuk membangun sarang lebah sekaligus untuk mensterilkan sarang dari mikroba seperti bakteri.

Popolis digunakan untuk merekatkan dan menambal sarang lebah yang bocor sehingga melindungi sarang dari gangguan luar. “Cara lebah menghasilkan propolis yaitu dengan mengumpulkan makanan dari berbagai pucuk-pucuk tanaman di sekitar lebah tinggal. Pucuk itu ia kunyah dan bercampur dengan enzim di dalam tubuh lebah dan ia keluarkan lagi untuk digunakan di sarang,” terangnya.

Jenis senyawa kimia propolis sangat beragam hingga mencapai 300 jenis. Untuk meneliti jenis senyawa kimia ini digunakan teknik GCMS (gas chromatograph nass spectroscopy). Setelah diteliti, ternyata di dalam propolis terkandung zat besi, vitamin B kompleks, provitamin A, vitamin C, vitamin E, asam amino, mineral, terpena, dan bermacam bioflavonoid. Dari ratusan senyawa kimia ini, yang populer adalah bioflavonoid dan terpena serta turunannya. Bioflavonoid ini memiliki sifat antioksidan dan juga antibakteri.

Pertemuan peneliti dan ahli perlebahan dunia di 2007 menyimpulkan ada 79 manfaat propolis bagi kesehatan, antara lain untuk penyembuhan asma, bronkhitis, hipertensi, asam urat, rematik, kanker, tumor, dan jantung. Propolis juga mencegah proses infeksi virus, jamur, dan parasit lainnya ke dalam tubuh manusia.
Pertemuan itu juga menyebutkan bahwa satu tetes bioflavonoid setara dengan bioflavonoid yang terdapat di 500 buah jeruk. Selain itu, propolis mengandung asam cafeic acid phenetyl esther yang berperan membasmi sel kanker. Cara asam tersebut membunuh sel kanker adalah dengan menekan DNA-RNA virus tanpa merusak sel-sel lain di luar sel kanker.

Dr Bent Havsteen dari University of Kiel, Jerman, pada 1987 menemukan fungsi rutin dari propolis di dalam tubuh, yaitu merangsang tubuh menghasilkan imunitas (kekebalan), menguatkan dinding sel, menguatkan dinding pembuluh darah, serta melembutkan saluran darah sehingga pembuluh darah lebih kenyal.
Para peneliti juga menyimpulkan propolis tidak beracun seperti obat dari bahan kimia, namun akan menimbulkan efek tidak baik bagi orang yang memang sejak lahir sudah alergi terhadap lebah dan produk yang dihasilkan lebah. Banyak sekali khasiat baiknya ya! wan / L-2. Sumber: Koran Jakarta, Tgl. 5 Juli 2011.

Sumber: Obatpropolis.com 

Baca juga artikel berikut:

Kamis, 14 Maret 2013

Penyakit Jantung Efektif Diobati Propolis

Penyakit Jantung Efektif Diobati Propolis

Penyakit jantung bukan hanya masalah organ jantungnya saja, tapi juga tidak terlepas dengan sistem pembuluh darahnya. Sehingga lebih tepatnya dikatakan sebagai Penyakit Kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Propolis memiliki kemampuan menangkal radikal bebas karena memiliki kandungan Bioflavonoids yang tinggi. Manfaat dan fungsi bioflavonoids juga termasuk memperbaiki dan memulihkan sistem kapilari pembuluh darah, kebocoran dan elastisitasnya. Propolis mampu mengikis dan menghilangkan sumbatan-sumbatan yang terjadi di pembuluh darah.

Propolis efektif di gunakan sebagai pencegahan dan perawatan Kardiovaskuler, dan efektif untuk pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sumber: obatpropolis.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...