Tampilkan postingan dengan label polusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polusi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Racun Tubuh Dan Detoksifikasi

Menjaga kesehatan dalam kondisi lingkungan hidup sekarang ini semakin tidak mudah. Tingkat polusi (udara, air, dan makanan) yang semakin masiv telah banyak menimbulkan masalah kesehatan. Hal tersebut tentunya karena racun / toksin yang pada akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.

Kebanyakan racun / toksin yang menumpuk dalam tubuh kita berasal dari gaya hidup, terutama kebiasaan mengkonsumsi makanan olahan.  Makanan jenis ini mengandung zat artificial (buatan), pengawet, penstabil, pewarna, perasa, pemutih, pemanis, lemak trans yang sangat berbahaya, pestisida, racun logam/metal berat dll. Racun / toksin juga bisa masuk lewat obat-obatan, nikotin dari rokok dan kafein kopi.  Racun juga ada yang diproduksi sendiri dan merupakan hasil olahan dari fungsi tubuh.

Racun adalah segala sesuatu yang memiliki dampak buruk pada fungsi sel tubuh.   Secara alamiah tubuh sesungguhnya memiliki sistem dan mekanisme sendiri untuk membersihkan diri dari racun, seperti melalui buang air kecil (urin) ataupun buang air besar (feces).  Tetapi proses ini ada kalanya tidak memadai terutama jika jumlah racunyang terbentuk lebih banyak daripada yang dapat dikeluarkan. Pikiran, emosi dan stress juga berpotensi meningkatkan jumlah racun / toksin dalam tubuh.

Bila dilakukan otopsi pada tubuh manusia, penampang lintang usus manusia perbandingannya sebagai berikut :

Gambar sebelah kiri adalah lumen usus yang kotor. Kita lihat dimana lumennya menyempit oleh karena banyaknya toxin, kotoran, lemak yang menempel di usus. Fungsi usus dalam menyerap makanan untuk nutrisi tubuh akan terhmbat bilamana hal ini terjadi. Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, maka tubuh akan banyak mengalami gangguan. Tubuh akan berada dalam keadaan kondisi asidosis (kondisi dimana keasaman tubuh sudah terlalu tinggi sehingga tubuh rentan terhadap penyakit).

Gejala awal asidosis : sering sakit kepala, asma, sinusitis, mudah alergi, sering batuk, pilek, jerawat, bisul, eksim, keputihan, bau nafas tidak sedap, keringat berbau menyengat sering nyeri otot dan persendian, lesu kronis,dan kelebihan berat badan.

Gambar disebelah kanan adalah penampang usus yang bersih. Warnanya kemerahan dan tampak jonjot-jonjot usus yang sehat. Jonjot usus ini bergunadalam menyerap nutrisi yang kita makan

Jika ada tanda-tanda seperti di bawah ini maka perlu tindakan detoksifikasi, yaitu:
  1. Selulit
  2. Mual setelah mengkonsumsi makanan berlemak
  3. Bertambah gemuk di perut atau kelebihan berat badan
  4. Depresi, perubahan suasana hati
  5. Alergi, asma
  6. Sakit kepala
  7. Tekanan darah tinggi
  8. Gangguan menstruasi / timbulnya menopause dini
  9. Gula darah rendah
  10. Sindrome kelelahan kronis
  11. Ketidak seimbangan hormone Ketidak suburban
  12. Nyeri di payudara
  13. Berkaitan dengan pencernaan: lendir kekuningan di pagi hari dari mulut, sembelit, kembung, dan mencret.
Cara detoksifikasi sederhana:
  1. Hindari makanan dan minuman mengandung zat pemanis, pewarna, pengawet.
  2. Pilih makanan segar, jangan makanan olahan.
  3. Pilih makanan organic.
  4. Batasi makan daging
  5. Gunakan pembersih rumah dengan bahan alami
  6. Simpan makanan di piring keramik
  7. Banyak minum air putih
  8. Hindari makanan gorengan
  9. Kurangi kafein
  10. Kurangi penggunaan televisi, telepon  genggam.
Manfaat detoksifikasi
  1. Berat badan turun, selulit hilang
  2. Kadar kolesterol dan tekanan darah normal.
  3. Kulit lebih cantik
  4. Meningkatkan vitalitas
  5. Pencernaan sehat
  6. Kesuburan meningkat
  7. Sembuh dari masalah kronis
  8. System kekebalan tubuh meningkat
  9. Membersihkan pikiran:
  1. membebaskan diri dari emosi negative seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah, rasa sedih.
  2. Menghentikan kebiasaan buruk dan mengubah kesimpulan yang mengganggu kesuksesan hidup
  3. Mengurangi stress dan menambah rasa tenang
  4. Menyelesaikan konflik
  5. Meningkatkan kejernihan mental dan kreatifitas.
Sumber: Obatpropolis.com 

Baca juga artikel berikut:

Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan

Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan !
Antioksidan adalah segala bentuk substansi yang pada kadar rendah secara bermakna dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi (proses di mana terjadi pengurangan jumlah electron dalam reaksi kimia). Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.

Ada dua factor yang sangat berperan dalam proses penuaan, yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh sendiri seperti bertambahnya umur, genetic, rasial, dan hormonal. Faktor internal ini sangat sulit dicegah, karena akan terbentuk secara alami. Sementara factor eksternal (berasal dari luar) yang menyebabkan penuaan dini adalah sinar ultra violet, polusi, dan udara kering.

Seiring dengan bertambahnya umur, kondisi tubuh akan menjadi tua dan menyebabkan terjadinya penurunan produksi zat antioksidan dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh akan kekurangan tenaga, sering sakit-sakitan, terkena stroke, bahkan terjadi pergeseran pembuluh darah dan penyakit lainnya. Pada umur 40-an, produksi anti oksidan dalam tubuh hanya 50 persen dan pada umur 60-70-an akan turun menjadi 5-10 persen. Untuk itu asupan antioksidan dari luar sangat dibutuhkan.

Antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas yang banyak terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.  Tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan, tetapi tidak cukup kuat untuk berkompetisi dengan radikal bebas yang dihasilkan setiap hari oleh tubuh sendiri.  Kekurangan antioksidan dalam tubuh membutuhkan asupan dari luar.

Peran Antioksidan dalam kesehatan
Tubuh dikatakan berfungsi secara normal bila pernafasan berlangsung dengan baik dan beraktifitas fisik dilakukan secara normal. Kebiasaan hidup, seperti merokok dapat menghasilkan senyawa-senyawa radikal bebas yang tidak diinginkan dalam tubuh dan akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sel-sel sehat menjadi lemah, tubuh akan mudah terkena penyakit-penyakit tidak diinginkan seperti gangguan jantung dan kanker.
Antioksidan seperti vitamin, E dan karotenoid (beta-karoten, likopen, dan lutein) mempunyai peran yang cukup penting dalam membantu pencegahan kerusakan sel-sel sehat akibat adanya radikal bebas tersebut. Bila mulai menerapkan pola hidup sehat akan sangat membantu tubuh dalam mengurangi resiko keracunan akibat radikal bebas (stress oksidatif). Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk mencukupi asupan antioksidan dari luar.

Bagaimana radikal bebas merusak sel dan jaringan dalam tubuh … dan bagaimana antioksidan bisa membantu memulihkan kesehatan sel dan jaringan tubuh. .... Lihat video berikut:



Sumber: Obatpropolis.com

Baca juga artikel berikut:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...